Berapa Lama Hasil Uji Emisi Organ Berlaku?

JAKARTA, KOMPAS. com – Uji emisi gas lempar bakal menjadi aturan wajib untuk pemilik sepeda motor dan mobil di DKI Jakarta yang usia pakainya sudah lebih dari 3 tahun.

Bila tidak melakukan atau tidak lulus, pemilik kendaraan akan dikenakan sanksi berbentuk penerapan tarif parkir tertinggi. Makin, nantinya sampai penindakan tilang lantaran kepolisian.

Lantas, berapa lama bukti uji emisi resmi? Sebab, beberapa bengkel masih tersedia yang mengatakan tes gas buang wajib dilakukan tiap enam kamar sekali.

Baca juga: Gratis Uji Emisi Mobil Sampai 21 Januari, Berapa Biaya Tes Sendiri?

Menjawab situasi ini, Humas Dinas Lingkungan Tumbuh DKI Jakarta Yogi Ikhwan mengatakan, wajib uji emisi saat ini akan berlaku setiap tahun.

Sanski Tilang Uji Emisi Masih Dibicarakan, Mau Pidana atau Denda KOMPAS. COM/STANLY RAVEL Sanski Tilang Uji Emisi Masih Dibicarakan, Bersetuju Pidana atau Denda

“Untuk yang enam bulan sekali itu merupakan Pergub yang lama (Nomor 92), dan itu telah tidak berlaku karena direvisi dalam Pergub 66 Tahun 2020 kemarin, ” ucap Yogi kepada Kompas. com , Sabtu (9/1/2021).

Yogi menegaskan, uji emisi pada 2021 hendak mengikuti regulasi yang baru cocok dengan Pergub 66, yakni satu tahun sekali.

[embedded content]

Menurut Yogi, pelaksanaan sosialisasi dari aturan baru ke bengkel-bengkel uji emisi memang masih berjalan. Namun, dipastikan dari sistem yang ada sudah berubah.

“Jadi klub yang tes emisi di pabrik umum atau rujukan saat tersebut tidak perlu khawatir. Saat hasil tes keluar dan dilampirkan ke sistem, itu otomatis sudah berganti dan berlaku satu tahun, ” ucap Yogi.

Baca juga: Aturan Uji Emisi Kendaraan Bisa Timbulkan Keresahan Umum

“Revisi itu memang dilakukan untuk meringankan asosiasi, jadi tidak perlu dalam kepala tahun dua kali tes gas buang lagi, ” kata tempat.

Uji Emisi Kendaraan Gratis jelang implementasi sanksi pada 24 Januari 2021 KOMPAS. COM/STANLY RAVEL Uji Emisi Kendaraan Gratis jelang pelaksanaan sanksi pada 24 Januari 2021

Melihat aturannya, di Pergub 66 tepatnya pada Bab 3 ayat (2) memang sudah dijelaskan mengenai masa berlaku uji emisi, termasuk soal pelaksanaan serta biayanya, yakni:

(2) Wajib uji emisi gas buang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun yang dilaksanakan di Tempat Uji Emisi dan dilakukan oleh Teknisi Uji Emisi.

(3) Hasil pelaksanaan uji emisi gas buang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) direkam dalam Sistem Informasi Uji Emisi.

(4) Biaya uji emisi gas buang dibebankan kepada pemilik Mobil Pengikut Perseorangan dan Sepeda Motor.