Dikritik Stoner Tidak Pernah Dengarkan Pebalap, Ini Kata Ducati

JAKARTA, KOMPAS. com – Belum lama ini tim Ducati mendapat kritikan dari mantan pebalapnya yakni Casey Stoner. Stoner mengatakan bahwa Ducati tidak pernah mendengarkan masukan lantaran pebalap dalam pengembangan Desmosedici.

Padahal menurut Stoner, pebalap merupakan sosok yang paling keahlian dan merasakan jika ada dengan tidak berjalan baik pada Desmosedici.

Mengucapkan juga: Marquez Belum Pulih, Honda Sudah Targetkan Triple Crown MotoGP 2021

Peristiwa yang sama juga dirasakan oleh Andrea Dovizioso, yang mengaku kecewa dengan Ducati karena masukannya tidak pernah didengar.

Makin karena itu, Dovizioso pun alhasil memutuskan untuk tidak memperpanjang periode kontraknya bersama Ducati yang sudah di akhir tahun lalu.

Pernyataan dari kedua pebalap tersebut otomatis membuat posisi Ducati tersudutkan. Tidak sedikit pula penggemar yang turut memberikan komentar kejadian sistem kerja yang dianut oleh tim pabrikan asal Italia itu.

Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, sedang berdiskusi dengan Casey Stoner saat menjalani tes pramusim di Sirkuit Sepang, Selangor, Malaysia (28/1/2018). DOK. DUCATI Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, sedang berdiskusi secara Casey Stoner saat menjalani tes pramusim di Sirkuit Sepang, Selangor, Malaysia (28/1/2018).

Direktur Ducati Corse Paolo Ciabatti, memberikan tanggapan terhadap tuduhan tersebut. Ciabatti menegaskan bahwa Ducati selalu menghormati setiap masukan dari pebalapnya.

“Kami menghormati Casey. Kami mempunyai hubungan yang sangat baik. Akan tetapi kami kami memiliki cerita panjang di MotoGP, dan hamba merasa sangat yakin bahwa awak selalu memperlakukan semua pebalap secara rasa hormat, ” ujar Ciabatti, dikutip dari GPOne , Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Suzuki Belum Punya Pengganti Davide Brivio

“Mengenai Desmosedici, awak telah memberikan semua materi dengan mereka butuhkan, baik dari bagian teknis maupun sisi moral, menetapkan meraih target bersama. Kadang, pebalap dan pabrikan tak melihat status dengan cara yang sama, hingga akhirnya perpisahan menjadi hal dengan traumatis, ” kata Ciabatti.

Terhitung sudah sekian kalinya pabrikan asal Italia tersebut kematian pebalap top. Pertama kali, masa Casey Stoner memutuskan untuk alih ke Honda pada 2011. Padahal. pebalap asal Autralia itu berhasil memberikan gelar juara dunia di musim pertamanya bersama Ducati pada 2007.

Kemudian digantikan oleh Valentino Rossi yang cuma bertahan dua musim. Di musim 2017 dan 2018, Ducati serupa mengontrak Jorge Lorenzo.

Nicky Hayden yang merupakan pendekar dunia MotoGP 2006 bertahan daripada 2009 hingga 2013. Sedangkan Dovizioso, sudah bersama Ducati sejak 2013.