Keampuhan Sasis Bus Mercy Kuler di Jalan Lintas Sumatera

JAKARTA, KOMPAS. com – Nama Mercedes Benz sebagai pabrikan sasis bus di Indonesia memang sudah ternama di kalangan pengusaha otobus (PO). Bahkan sasis ini dipercaya oleh PO bus di Sumatera semenjak zaman dahulu.

Misalnya seperti di PO ALS yang setia memakai sasis Mercedes Benz untuk bus antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar praja dalam provinsi (AKDP). Salah utama sasis Mercedes Benz yang ternama di Indonesia adalah OH 1521.

Sasis yang normal dijuluki “ kuler” ini dikarenakan mesinnya yang memakai intercooler. Morat-marit berdasarkan kodenya, OH 1521, sasis ini mampu mengangkut beban sampai 15 ton dan memiliki tenaga 210 TK.

Baca pula: Honda City Hatchback Bakal Menyelundup Indonesia, Gantikan Jazz?

Bus AKAP Sumatra Infomasi Bus – Blogger Bus AKAP Sumatra

Mercy kuler pertama kali muncul tarikh 1996, meneruskan sasis OH 1518 yang biasa disebut “king”. Walaupun sudah lumayan tua, sasis bus ini ternyata masih diminati & diandalkan oleh PO bus, makin dipercaya mengisi trayek Jawa – Sumatera.

Anggota Wadah Bismania Indonesia Asrul Arifin Siregar mengatakan, sasis kuler ini sungguh terkenal empuk bantingan suspensinya, walaupun masih menggunakan per daun.

“Menurut saya, dibanding sasis Mercy yang sudah elektrik seperti OH 1525 atau OH 1526, malah lebih empuk kuler suspensinya, ” cakap Asrul kepada Kompas. com , Selasa (5/1/2021).

Baca juga: Cerita Wagub Jabar Pakai Kijang Doyok, Kerap Diusir Saat Parkir VIP

Bus AKAP Sumatra My Simplicities Bus AKAP Sumatra

Lalu PO bus di Sumatera yang masih menggunakan sasis kuler ini seperti PO ALS, PO Medan Jaya, PO Pelangi, dan PO PMTOH. Asrul mengatakan kalau PO ini yang menggunakan Mercy kuler sebagai pemain antar pulau.

Mengingat rute di Lintas Sumatera yang berliku dan konturnya yang berbukit, Mercy kuler sedang sanggup menyangi bus-bus dengan sasis yang lebih muda. Sasis usang ini juga masih bisa mengebut saat dikendarai.

“Sasisnya masih bisa kencang, namun itu tahu diri kalau melawan sasis yang lebih bertenaga. Walaupun ada juga pengemudi yang masih mau adu kecepatan antara kuler dengan sasis lain, ” kata Asrul.