Minus SIM, Belum Layak Mengemudikan Instrumen di Jalan Raya!

JAKARTA, KOMPAS. com – Surat Kerelaan Mengemudi (SIM) menjadi syarat wajib bagi setiap pengendara kendaraan bermotor, baik roda dua atau pun roda empat.

Persyaratan ini sesuai dengan Undang-Undang cetakan 22 tahun 2009 tentang Morat-marit Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yakni pasal 81 ayat (2).

Di dalam kausa tersebut dijelaskan bahwa pemohon SIM usia minimal adalah 17 tarikh untuk SIM A, SIM C dan SIM D.

Pengamat masalah transportasi Budiyanto mengatakan, pada prinsipnya setiap orang yang telah menyimpan persyaratan dan kemampuan untuk menyelenggarakan kendaraan bermotor sesuai dengan metode yang ada diperbolehkan.

Baca juga: Membeli Organ Bekas, Perlu Cek Status STNK?

“Definisi pilot adalah setiap orang yang menyelenggarakan kendaraan dan sudah mempunyai SIM, ” kata Budiyanto kepada Kompas. com , Jumat (29/1/2021).

, VIA Vanitha Driving School ,

Bekas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya itu juga mengatakan, SIM sebagai salah satu syarat seseorang untuk mengemudikan kendaraan sesuai dengan golongannya.

“Belum memiliki SIM dari aspek hukumnya di setiap orang yang belum memiliki SIM dilarang mengemudikan kendaraan bermotor, karena akan membahayakan keselamatan diri tunggal maupun orang lain di Timah, ” tutur dia.

Menurutnya, SIM merupakan bukti pengesahan kemampuan seseorang untuk dapat menjalankan kendaraan sesuai dengan golongannya.

Baca juga: Menutup STNK Bisa dari Rumah, Sejenis ini Caranya

Budiyanto juga memerhatikan soal banyaknya kejadian kecelakaan berantakan lintas yang melibatkan bocah di bawah umur seperti yang baru saja terjadi di Bantul, Kawasan Istimewa Yogyakarta (DIY).

Di mana seorang bocah berusia 14 tahun mengemudikan mobil KIA Picanto dan menabrak 8 pemotor hingga menyebabkan seorang pengendara mati.

Aiptu Jailani (tengah) saat memberi pelatihan kepada pemohon SIM di halaman Satlantas Polres Gresik, Jumat (16/11/2018). PETUNJUK. com/HAMZAH Aiptu Jailani (tengah) saat memberi pelatihan kepada pemohon SIM di halaman Satlantas Polres Gresik, Jumat (16/11/2018).

Menurutnya, pengingkaran lalu lintas dan korban musibah lalu lintas yang melibatkan anak-anak atau pelajar relatif cukup menyayat hati.

Kondisi tersebut menetapkan mendapatkan perhatian dari semua seluruh pihak, mengingat para generasi penerus tersebut sebagai aset Bangsa dengan perlu dijaga pertumbuhan dan perkembangannya untuk masa depan mereka.

Baca juga: Demikian ini Cara Mengaktifkan Kembali Masa Resmi STNK yang Mati

“Masih banyak pelajar yang usianya di bawah 17 tahun berarti belum memiliki SIM. Bagi setiap orang yang belum memiliki SIM kemudian mengemudikan kendaraan bermotor merupakan pelanggaran lalu lintas daripada aspek hukum, ” ucapnya.

Perilaku tersebut, kata Budiyanto juga sangat membahayakan bagi ketenangan dan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.