Penuh Pengendara Motor di Bawah Sempurna, Moralitas Dipertanyakan

JAKARTA, KOMPAS. com – Banyak orang tua yang sedang buta moral dengan membiarkan anak-anaknya yang masih belum cukup sempurna mengendarai mobil atau sepeda motor di jalan umum. Ketidakmatangan mereka memunculkan peluang menjadi korban ataupun sebagai penyebab kecelakaan.

Seperti contoh kejadian yang mutakhir saja terjadi di kawasan Green Lake Kota Tangerang. Dalam video berdurasi 20 detik yang diunggah oleh aku instagram @dashcamindonesia, memperlihatkan anak di bawah umur berbonceng tiga menabrak pembatas jalan saat akan menaiki flyover hingga terjatuh.

Baca juga: Emak-emak Asal Belok Akhirnya Kecelakaan, Ini Adab Ketika Belok

Nahasnya, baik pengemudi maupun kedua penumpang tersebut tidak memakai helm untuk melindungi kepalanya.

Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), mengatakan, pengendara berusia di bawah umur menolong rata-rata 4. 000 kecelakaan setiap tahun (2011-2015). Sampai saat itu, belum pula ada sanksi asas bagi orang tua yang mengakui anaknya yang usianya belum pantas untuk menjadi pengendara mobil atau sepeda motor.

“Saat ini, wali hanya mendapatkan sanksi moral. Tersebut terjadi ketika mengizinkan anak pada bawah umur yang kemudian menjadi pelaku kecelakaan lalu lintas pada jalan, ” ujar Edo belum lama ini kepada Kompas. com.

Baca pula: Bensin Sering Kosong, Siap-siap Fuel Pump Jebol

Edo melanjutkan, keluarga atau orang tua harus menjadikan keselamatan sebagai adat, termasuk saat berlalu lintas di jalan. Lewat cara itu, mau lebih mudah mengajak anak-anak buat tidak berkendara sebelum memiliki tulisan izin mengemudi (SIM).

“Masyarakat harus memperbaiki diri untuk terus membangun budaya keselamatan di jalan. Akar dari keselamatan adalah mematuhi aturan, selain menguasai metode berkendara yang mumpuni dan santun saat berlalu lintas, sedangkan petugas hendaknya lebih tegas, konsisten, meyakinkan, transparan, dan tidak pandang bulu ketika menegakkan aturan di pekerjaan raya, ” katanya.